Rusul) is a Messenger. A Rasul, linguistically, is someone given a message to deliver.

Gelar iki wujud gelar paling dhuwur/istimewa ing tataran para nabi lan rasul.

Linguistically, a Nabi is someone who has been given revelation or news (of an important nature, immediately concerning themselves or their communities).

Tapi pendapat itu, kemudian bisa disederhanakan pada dua kelompok besar. Kita akan memberikan informasi nama rasul yang mendapat julukan ulul azmi, Berikut ini adalah para nabi dan rosul yang mendapatkan gelar Ulul Azmi. Untuk penjelasan gelar Ulul Azmi terdapat dalam Surah Asy-Syura ayat ke-13 dan Surah Al-Ahqaf ayat ke-35.

Gelar Ulul Azmi ini sangatla istimewa di mata Allah. Di antara rasul yang memiliki julukan Ulul Azmi adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Yesus dan Muhammad. 5 Rosul Ulul Azmi dan Mukjizatnya. Sedangkan menurut istilah yaitu sebuah gelar khusus bagi para rasul pilihan yang memiliki kesabaran yang hebat. Anbiya) is a Prophet, and a Rasul (pl. Di antara 25 rasul, terdapat 5 orang rasul yang mendapatkan gelaran Ulul Azmi. Jumlah Rasul Ulul Azmi. Kedua, mereka yang menyatakan hanya sebagian dari rasul yang menjadi ulul azmi. Pertama, yang berependapat bahwa semua Nabi dan rasul adalah ulul azmi. A loose definition in English is that a Nabi (pl. Ulul Azmi adalah gelaran yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan tinggi/istimewa kerana ketabahan dan kesabaran yang luar biasa, dalam menyebarkan agama Islam. Nabi yang mendapat gelar ulul azmi ada rasul, yaitu Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa serta Nabi Muhammad. Sebagian besar utusan yang dikirim oleh Allah kepada Bani Israel, dari Musa, berakhir pada Yesus, dan di antara ada seribu nabi. Mereka dikatakan memiliki tingkat tertinggi di antara para rasul. Beragam pendapat ulama tentang jumlah rasul ulul azmi. Ulu al-Azmi (Arab أولوالعزم) iku gelar kang diwènèhaké marang para rasul kang duwé kalungguhan dhuwur/ istimewa amarga ketabahan lan kasabaran kang luar biyasa, sajeroning nyebaraké agama.. Mung lima rasul kang olèh jejuluk iki, saka sawatara rasul kang wis diutus déning Allah.